Tuesday, August 25, 2009

Mari Kembali ke Dinar

Ditengah kondisi krisis ekonomi yang terus mendera dan dibanyak negara  terjadi inflasi yang luar biasa perlu dicari solusi agar krisis ini tidak terus berlanjut, dan tidak memakan banyak korban, terutama rakyat jelata yang semakin terhimpit kesulitan ditambah lagi dengan harga-harga yang terus melambung.

Solusi dari semua itu, tidak ada cara lain selain kembali menggunakan emas sebagai ukuran dari setiap transaksi yang dilakukan, karena emas dalam bentuk dinar telah membuktikan kestabilannya sepanjang sejarah penggunaannya tidak pernah mengalami inflasi. Contoh  sederhanannya adalah harga  seekor kambing pada jaman Rasulullah 1 Dinar, sampai kini harga 1 ekor kambing tetap  1 dinar, begitu juga harga komoditas lainnya bila diukur dengan dinar harganya relatif tetap. Karena itu mari kita kembali menggunakan dinar agar terhindar dari krisis yang kini masih terus mengelayut.

Posted by ilhamsy at 09:13:49 | Permalink | No Comments »

Saturday, June 20, 2009

Mengenal Dinar dan Dirham Islam

Mengenal Dinar dan Dirham Islam

Karena banyaknya pengunjung yang mengira bahwa Dinar Iraq dan lain sebagainya adalah sama dengan Dinar Islam. Maka perlu saya buat penjelasan yang sangat jelas bahwa Dinar Iraq dan sejenisnya adalah tidak sama dan bukan Dinar Islam. Dinar Iraq adalah uang kertas biasa, sedangkan Dinar Islam adalah uang emas 22 karat 4.25 gram.

Lebih jauh agar kita mengenal Dinar Islam ini lebih dekat, berikut saya petikkan uraian dari buku saya (Mengembalikan Kemakmuran Islam Dengan Dinar dan Dirham) yang menjelaskan detil tentang Dinar Islam.

Islamic Dinar and DirhamUang dalam berbagai bentuknya sebagai alat tukar perdagangan telah dikenal ribuan tahun yang lalu seperti dalam sejarah Mesir kuno sekitar 4000 SM – 2000 SM. Dalam bentuknya yang lebih standar uang emas dan perak diperkenalkan oleh Julius Caesar dari Romawi sekitar tahun 46 SM. Julius Caesar ini pula yang memperkenalkan standar konversi dari uang emas ke uang perak dan sebaliknya dengan perbandingan 12 : 1 untuk perak terhadap emas. Standar Julius Caesar ini berlaku di belahan dunia Eropa selama sekitar 1250 tahun yaitu sampai tahun 1204.

Di belahan dunia lainnya di Dunia Islam, uang emas dan perak yang dikenal dengan Dinar dan Dirham juga digunakan sejak awal Islam baik untuk kegiatan muamalah maupun ibadah seperti zakat dan diyat sampai berakhirnya Kekhalifahan Usmaniah Turki tahun 1924.

Standarisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW, ”Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud).

Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan, standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham.

Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya . Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka di ketahui bahwa timbangan berat uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma.

Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram .

Sampai pertengahan abad ke 13 baik di negeri Islam maupun di negeri non Islam sejarah menunjukan bahwa mata uang emas yang relatif standar tersebut secara luas digunakan. Hal ini tidak mengherankan karena sejak awal perkembangannya-pun kaum muslimin banyak melakukan perjalanan perdagangan ke negeri yang jauh. Keaneka ragaman mata uang di Eropa kemudian dimulai ketika Republik Florence di Italy pada tahun 1252 mencetak uangnya sendiri yang disebut emas Florin, kemudian diikuti oleh Republik Venesia dengan uangnya yang disebut Ducat.

Pada akhir abad ke 13 tersebut Islam mulai merambah Eropa dengan berdirinya kekalifahan Usmaniyah dan tonggak sejarahnya tercapai pada tahun 1453 ketika Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel dan terjadilah penyatuan dari seluruh kekuasan Kekhalifahan Usmaniyah.

Selama tujuh abad dari abad ke 13 sampai awal abad 20, Dinar dan Dirham adalah mata uang yang paling luas digunakan. Penggunaan Dinar dan Dirham meliputi seluruh wilayah kekuasaan Usmaniyah yang meliputi tiga benua yaitu Eropa bagian selatan dan timur, Afrika bagian utara dan sebagian Asia.

Pada puncak kejayaannya kekuasaan Usmaniyah pada abad 16 dan 17 membentang mulai dari Selat Gibraltar di bagian barat (pada tahun 1553 mencapai pantai Atlantik di Afrika Utara ) sampai sebagian kepulauan nusantara di bagian timur, kemudian dari sebagian Austria, Slovakia dan Ukraine dibagian utara sampai Sudan dan Yemen di bagian selatan. Apabila ditambah dengan masa kejayaan Islam sebelumnya yaitu mulai dari awal kenabian Rasululullah SAW (610) maka secara keseluruhan Dinar dan Dirham adalah mata uang modern yang dipakai paling lama (14 abad) dalam sejarah manusia.

Selain emas dan perak, baik di negeri Islam maupun non Islam juga dikenal uang logam yang dibuat dari tembaga atau perunggu. Dalam fiqih Islam, uang emas dan perak dikenal sebagai alat tukar yang hakiki (thaman haqiqi atau thaman khalqi) sedangkan uang dari tembaga atau perunggu dikenal sebagai fulus dan menjadi alat tukar berdasar kesepakatan atau thaman istilahi. Dari sisi sifatnya yang tidak memiliki nilai intrinsik sebesar nilai tukarnya, fulus ini lebih dekat kepada sifat uang kertas yang kita kenal sampai sekarang .

Dinar dan Dirham memang sudah ada sejak sebelum Islam lahir, karena Dinar (Dinarium) sudah dipakai di Romawi sebelumnya dan Dirham sudah dipakai di Persia. Kita ketahui bahwa apa-apa yang ada sebelum Islam namun setelah turunnya Islam tidak dilarang atau bahkan juga digunakan oleh Rasulullah SAW– maka hal itu menjadi ketetapan (Taqrir) Rasulullah SAW yang berarti menjadi bagian dari ajaran Islam itu sendiri, Dinar dan Dirham masuk kategori ini.

Islamic Dinar & Dirham Produced by Logam Mulia Indonesia - With The Weight & Purity Certification By KAN (Indonesia) an LBMA (UK -London) Di Indonesia di masa ini, Dinar dan Dirham hanya diproduksi oleh Logam Mulia - PT. Aneka Tambang TBK. Saat ini Logam Mulia-lah yang secara teknologi dan penguasaan bahan mampu memproduksi Dinar dan Dirham dengan Kadar dan Berat sesuai dengan Standar Dinar dan Dirham di masa awal-awal Islam.

Standar kadar dan berat inipun tidak hanya di sertifikasi secara nasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), tetapi juga oleh lembaga sertifikasi logam mulia internasional yang sangat diakui yaitu London Bullion Market Association (LBMA).

Seperti di awal Islam yang menekankan Dinar dan Dirham pada berat dan kadarnya - bukan pada tulisan atau jumlah/ukuran/bentuk keping - maka berat dan kadar emas untuk Dinar serta berat dan kadar perak untuk Dirham produksi Logam Mulia di Indonesia saat ini memenuhi syarat untuk kita sebut sebagai Dinar dan Dirham Islam zaman sekarang.

Seluruh Dinar dan Dirham yang diperkenalkan & dipasarkan oleh Gerai Dinar adalah produksi langsung dari Logam Mulia - PT. Aneka Tambang, TBK

Posted by ilhamsy at 10:08:14 | Permalink | No Comments »

Sunday, December 23, 2007

Langkah-langkah kita

Untuk sampai pada suatu tempat kita perlu melangkah langkah demi langkah. Pendidikan yang bermutu adalah sesuatu yang harus kita wujudkan di negeri tercinta ini, untuk sampai pada pendidikan bermutu kita harus melangkah dengan kemaun yang kuat dan terencana dengan baik.

Pendidikan gratis adalah suatu langkah awal yang harus ditempuh pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, langkah itu perlu diiringi dengan peningkatan kesejahteraan guru dan peningkatan kapabilitas guru, langkah yang tak kalah pentingnya adalah membuat sebuah sistim pendidikan yang efisien baik dari sisi mata pelajaran yang diberikan dan kegiatan KBM sehari-hari. Semua itu tentunya harus diikuti dengan Langkah penyediaan Dana yang memadai untuk terlaksananya itu semua, sesuai dengan Undang-Undang Pendidikan Nasional sebenarnya Anggaran 20% dari APBN atau APBD sudah sangat memadai untuk terlaksananya pendidikan yang bermutu. Hal itu telah dicoba dilaksanakan di beberapa Daerah di Indonesia dan terbukti berhasil dengan baik.

Langkah yang telah diambil oleh beberapa Pemda di Indonesia tentunya perlu diikuti oleh Pemda-pemda lainnya diseluruh Indonesia, terutama kemauan yang kuat dari pemerintah Pusat terutama Presiden untuk melaksanakan ini semua. Jika ada Pemda yang bisa seharusnya semua bisa. Pemerintah pusat harus segera menunjukan keseriusannya untuk meningkatan mutu pendidikan Indonesia dengan segera pada tahun anggaran 2008 untuk menganggarkan minimal 20% untuk Pendidikan. Dengan demikian pendidikan gratis dapat dicanangkan secara nasional

Posted by ilhamsy at 16:11:15 | Permalink | No Comments »

Thursday, July 26, 2007

<—start dari sini

WaktuLuang.com - Waktunya Bikin Uang

<—sampai di sini

Posted by ilhamsy at 06:23:17 | Permalink | No Comments »

Tuesday, July 10, 2007

MENUJU SISTIM BARU PENDIDIKAN NASIONAL

Dari hasil perenungan dan pemikiran yang mendalam, serta diskusi-diskusi dan masukan-masukan dari berbagai pihak akhirnya tercetuslah sebuah ide : Menuju Sistim Baru Pendidikan Nasional

 

Dalam sistim baru ini klasifikasi kelas mengunakan sistim level, setiap level untuk siswa dengan kemampuan menengah(standar) lamanya 3(tiga) bulan.

Untuk pendidikan setingkat Sekolah Dasar, diselesaikan dalam 16 level (4 tahun), untuk pendidikan setingkat SLTP diselesaikan dalam 8 level (2 tahun), dan untuk pendidikan setingkat SLTA diselesaikan dalam 8 level (2 tahun).

Setiap kelas pada sistim ini terdiri dari 10 sampai 15 orang peserta didik. kenaikan kelas(level) dilakukan 3 bulan sekali untuk siswa dengan kemampuan standar, sedang untuk siswa dengan kemampuan diatas standar dapat lebih cepat dari 3 bulan dan untuk siswa dengan kemampuan biasa-biasa saja dapat lebih lama dari 3 bulan, tergantungan pada kematangan peserta didik. Kenaikan yang fleksibel ini dimungkinkan karena pengajarannya lebih bersifat individu, dan sistim tesnya juga bersifat induvidu.

Hasil tes dan materi pelajaran yang diberikan dapat dilihat setiap saat oleh orang tua siswa pada web site (situs) sekolah melalui internet.

Karena kenaikan level dilakukan 3 bulan sekali maka penerimaan siswa baru juga dilakukan 3 bulan sekali. Juga dimungkinkan penerimaan siswa baru saat dipertengahan level berjalan sepanjang hasil tes penerimaan siswa baru memenuhi persyaratan.

 

KURIKULUM

Kurikulum yang dipakai pada sistim ini mengacu pada kurikulum Diknas sebagai standar. Satu level pada sistim ini setara dengan 1 catur wulan namun diselesaikan dalam 3 bulan.

 

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR(KBM)

Pada sistim baru ini KBM telah menggunakan Teknologi Informasi (TI) termasuk internet yang online 24 jam. Setiap siswa harus memiliki sebuah laptop seharga kurang lebih 5 juta rupiah, tetapi selama masa pendidikan tak perlu lagi membeli buku, jadi dananya dapat dialihkan untuk membeli Laptop(Note Book). Hal ini dapat menghemat penggunaan kertas, juga dapat menghindari penebangan hutan sebagai bahan baku kertas.

 

Posted by ilhamsy at 06:10:37 | Permalink | No Comments »

Tuesday, July 3, 2007

Mengapa Harus Menunggu

 

Pada Sistim Pendidikan yang ada sekarang, untuk memasukan anak kita sekolah harus menunggu datangnya tahun ajaran baru, padahal kelahiran anak kita tidak dapat menunggu datangnya tahun baru. Jadi bagi anak yang lahir pada selain bulan Juli, harus menunggu sampai bulan Juli untuk mendaftar sekolah, padahal dia sudah cukup umur untuk memulai Pendidikannya.

Karena itu mengapa kita harus menunggu, mengapa tidak kita buat saya suatu lembaga pendidikan yang dapat menerima siswanya setiap saat, tak harus menunggu datangnya tahun ajaran baru hingga tak akan ada masalah seorang anak terlalu cepat, atau terlambat masuk lembaga pendidikan karena tidak lahir pada bulan Juli.

Dengan makin berkembangnya penggunaan internet saat ini, sangat dimungkinkan untuk membuat suatu lembaga pendidikan yang dapat menerima siswa setiap saat dan dapat juga meluluskan siswa setiap saat, sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta didik.

 

http://www.FreeViral.com/?r=155793
Send me One Million FREE Guaranteed Visitors

 

Posted by ilhamsy at 07:19:46 | Permalink | Comments (2)

Sunday, June 24, 2007

REVOLUSI PENDIDIKAN

Telah terjadi perubahan yang sangat drastis pada pola kehidupan kita saat ini, terlebih kini telah hadirnya media global seperti Internet. Perubahan itu perlu diantisipasi dengan upaya menyiapkan Sumber Daya Manusia(SDM) yang berkualitas, untuk itu harus ada Revulusi dan Sistim Pendidikan, agar dapat menghasilkan SDM yang berkualitas.

Sistim Pendidikan yang ada saat ini di Indonesia Belum Mampu menghasilkan SDM yang cukup berkualitas dalam waktu yang relatif singkat dan siap pakai serta siap meng up date dirinya terhadap perkembangan teknologi yang pesat. Ada sebuah pemikiran untuk membuat suatu sistim pendidikan yang berorientasi pada peserta didik, setiap peserta didik diperlakukan secara induvidu, yang memungkinkan setiap individu peserta didik dapat meningkatkan level pendidikannya pada saat yang tepat tak harus menunggu sampai satu tahun misalnya seperti pada sistim pendidikan yang ada saat ini. seperti halnya sebuah buah yang matang harus dipetik pada saat yang tepat jangan terlambat juga jangan terlalu cepat tergantung pada kematang buah itu sendiri. Jika terlamabat dipetik akan busuk dan jika terlalu cepat dipetik juga tak akan matang-matang.

Dalam memberikan bobot pelajaran pada peserta didik juga harus tepat dengan kemampuan peserta didik agar tak membebani juga tidak terlalu ringan seperti halnya buah durian karena bobot buah itu sesuai dengan yang seharusnya, maka pada saat sudah matang buah durian akan dengan sendirinya jatuh.

Agar semua hal itu dapat terwujud kita perlu urun rembuk bersama sebagai bentuk kepedulian kita pada pendidikan, perlu kiranya dibuat sebuah pilot projeknya. Yang dalam proses pendikan itu nanti dapat dimanfaatkan Internet sebagai sarana untuk prose belajar mengajar.

 


Posted by ilhamsy at 04:05:54 | Permalink | No Comments »